Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di
antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang
lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin maka Allah
akan mengkayakan kalian dengan karunianya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya)
dan Maha Mengetahui." (An
Nuur 32)
Ayat ini merupakan perintah untuk menikah, dan
sebagian ulama telah mewajibkan menikah bagi orang yang telah mampu untuk
menikah. Sebagaimana sabda Rosulullahi shollahu alaihi wassalam dari Abdullah bin
mas’ud:
Rosulullah shillahu alaihi wasallam bersabda: “Wahai
sekalian pemuda, barang siapa diantara kamu sanggup menikah, maka nikahlah,
karna nikah itu akan menundukan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barang
siapa tidak sanggup, maka berpuasalah, karna puasa akan menjadi perisai
baginya.” (HR Bukhor (1905) muslim(1400) dalam An Nikah)
Dan di dalam hadits lain dari Anas bin Malik
berkata: “Rosulullah menyuruh kita menikah dan melarang keras membujang.
Berliau bersabda: “Nikahilah wanita yang subur lagi penyayang, sesungguhnya
aku akan membaggakan jumlah kalian kepada para Nabi pada hari kiamat.”
(dikeluarkan oleh Ibnu hibban dalam shohihnya (1228), Ahmad (III/158,245),
Thobrani dalam Al- Ausath dan baihaqi (VII/81)
Di dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir disebutkan
bahwa yang dimaksud Ayyama yaitu jama’ dari Aayam dan yang dimaksud aayam yaitu
perempuan yang tidak mempunyai suami dan laki laki yang tidak mempunyai istri,
sama saja dia sudah menikah kemudian cerai atau belum menikah sama sekali.
Berkata Al Jauhari dari ahli lughoh seorang laki laki yang sendiri dia menikah
dengan perempuan yang sendiri juga.
Disebutkan juga dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir
dari Sa’id – yaitu ibnu Abdul Aziz- dia berkata: “telah sampai kepadaku bahwasanya
Abu Bakar Asshidiq rodhiyaAllahuanhu berkata: “Taatilah perintah Allah yang
telah diperintahkan kepada kalian yaitu nikah maka Allah akan memberi balasan
bagi kalian apa yang telah Allah janjikan kepada kalian dengan kekayaan Allah
suhanahu wata’ala berfirman: “Jika
mereka miskin maka Allah akan mengkayakan kalian dengan karunianya” dan
dari Ibnu Mas’ud bliau berkata: “Carilah kekayaan dengan menikah karna Allah
subhanahu wata’ala berfirman: “Jika mereka miskin maka Allah akan
mengkayakan kalian dengan karunianya” (HR Ibnu Jarir)
Maka orang yang telah mampu menikah hendaknya
dia segera menikah dan janganlah seseorang takut menikah karna takut miskin,
karna Allah subhanahu wata’ala akan melapangkan rizki seseorang setelah mereka
menikah, dan hendaknya kita bertawakal dan bertaqwa kepada Allah subhanahu
ta’ala maka barang siapa yang bertaqwa kepada Allahsubhanahu wata’ala maka
Allah akan mencukupkan rizki bagibya, sebagaimana firman Allah subhanahu
wata’ala:
Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah
niscaya Dia (Allah) akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Allah akan
memberinya rizki dari arah yang tidak disangka sangka. (Ath Tholaq 2-3)
Ayat di atas menjelaskan bahwa barang siapa
yang bertaqwa kepada Allah maka Allah
subhanahu wata’ala akan memberikan rizki baginya dari arang yang tidak disangka
sangkadan Allah subhanahu wata’ala akan mencukupkan segala sesuatu bagi kita.
Seseorang
apabila dia menikah hendaklah dia niyatkan karna Allah subhanahu wata’ala, dan
sebagai wujut ketaqwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala untuk mencari
pahala dan keridhoan dariNya, dan untuk menjaga kesucian hargadirinya agar dia
tidak terjerumus kepada kemaksiatan kepada Allah subhanahu wata’ala.
Khandar Abu Ubaydillah Al Laitsy
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !